PROFIL YAYASAN SULUH NUSWANTARA BAKTI

Lestarikan Budaya Tercinta Indonesia

Cover - Profil YayasanYayasan Suluh Nuswantara Bakti bergerak dalam bidang kebudayaan, akan ikut berpartisi mewujud kan budaya bangsa yang mendasari tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tatanan yang selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman akan merugikan negeri ini, bila tidak didasari pada budaya bangsa yang luhur. Untuk itulah kami sepakat bahwa perkembangan budaya perlu dan harus dikawal agar keluhurannya dapat terjaga.

Budayawan kita perlu mendapatkan peluang untuk berperan aktif mengawal perkembangan itu. Banyak yang harus dilakukan. Di satu pihak harus mengenali nilai budaya suku bangsa dan kearifan local yang pernah membawa Nuswantara kita pada masa jayanya. Namun di pihak lain harus pula mampu menyerap nilai-nilai positif dari kemajuan zaman. Kebudayaan memang mempengaruhi semua sendi kehidupan, termasuk di dalamnya tata ekonomi dan tingkah laku politiknya. Sejarah membuktikan bahwa bangsa yang mampu menumbuh kembangkan budayanya secara amanah, akan memiliki ketahanan nasional yang kuat. Pada gilirannya bangsa tersebutakan mampu memanfaatkan pengaruhnya di dunia internasional sebagai pendorong kemajuan negaranya, tanpa mengorbankan kepribadian bangsanya. Dalam konteks ini, tentu negara semestinya memiliki kebijakan atau politik kebudayaan yang memadai, agar dapat menentukan arah kemana bangsa ini akan menuju.

Suluh Nuswantara Bakti menempatkan diri selaku suluh, pelita dan pelopor gerakan yang mendarma baktikan pada upaya pembentukan budaya bangsa Indonesia. akar kebudayaan ini berasal dari kearifan lokalsetiap suku bangsa di Nusantara yang beragam. Sekali lagi bahwa nilai budaya yang luhur itu, perlu dikenali dan diletakkan pada kekinian agar terbentuk budaya Indonesia. Negara berkewajiban untuk mensiarkan ke seluruh elemen bangsa, agar masyarakat mampu menyikapi kemajuan zaman secara benar dan bertanggung jawab. Yayasan ini mendukung ke upaya kearah kemajuan peadaban bangsa. Suluh Nuswantara Bakti dapat dibaca sebagai suluh yang membaktikan diri pada nuswantara di bidang kebudayaan.

Suluh Nuswantara Bakti dicitrakan sebagai Kembang Wijaya Kusuma. Oleh Karen itu wjud bunya itu melalui rekayasa grafis dijadikan logo yayasan. Menurut mitologi Jawa, kembang ini adalah bunga kehidupan yang secara khusus memilki keampuhan dapat menghidupkan manusia dari kematian. Wijaya Kusuma sebagai wujud kekuasaan Sang Pencipta, atau yang pada waktu itu disebut Gusti Kang Hakaryo Jagat, diberikan kepada Kresna sebagai utusaNnya untuk maksud itu.Dalam pemahaman ini Kresna adalah tokoh pewayangan yang kehadirannya merupakan titisan Batara Wisnu, suatu symbol kebaikan dan kebajikan. Jadi dalam kasus ini menghidupkan kembali yang mati karena dibunuh atau dikalahkan oleh keangkaramurkaan atau sifat aluamah dan adigung adiguno,
adalah dalam rangka membeka kebenaran dan kebijakan dari kejahatan atau pengaruh buruk. Didalamnya mengandung pengertian bahwa kembang Wijaya Kusuma adalah energi yang memiliki oleh manusia yang berpikir pada kebenaran dan kebajikan, agar terhindar dari pengingkaran terhadap jalan Sang pencipta.
Kata kuncinya adalah menghidupkan kembali. Dalam konteks ini diharapkan terwujud sebuah pergerakan yang mendarmabaktikan pada upaya menghidupkan kembali nilai-nilai budaya luhur, sebagai elemen pembentukan budaya nasional. Pergerakan itu membutuhkan keikutertaan dari seluruh elemen masyarakat, agar harapan yang menjadi cita-cita Suluh Nuswantara Bakti tersebut menjadi kenyataan. Ibarat daun keringpun bermanfaat, maka darma bakti sekecil apapun akan mempunyai arti besar bagi perjuangan ini.

Jakarta, 5 Agustus 2009

Iman Sunario