Pontjo Sutowo

PontjoAlumni Tehnik Mesin ITB ini lebih banyak dikenal sebagai pengusaha di bidang perhotelan sejak tahun 80an. Mantan ketua umum HIPMI tahun 1979- 1983 dan kini Ketua Umum FKPPI juga telah banyak berkecimpung dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan, salah satunya yang monumental adalah Festival Istiqlal Jakarta yang berlangsung sejak tahun 1991. Minatnya terhadap kebudayaan tak lepas dari kiprahnya sebagai Ketua Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) beberapa waktu yang lalu.

Mundardjito

MUNDARDJITOPengabdiannya pada pendidikan arkeologi selama 45 tahun lebih dijalaninya dengan kesungguhan hati tanpa putus di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI sejak 1964 hingga kini. Perhatian guru besar di bidang arkeologi tersebut terhadap lingkungan, diwujudkannya dalam disertasi di almamaternya berjudul Pertimbangan Ekologis dalam Penempatan Situs Masa Hindu-Budha di Daerah Yogyakarta (1993). Sementara perhatiannya pada pelestarian budaya, diutarakan dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar UI berjudul: Pendekatan Integratif dan Partisipatif dalam Pelestarian Budaya (1995), sedangkan perhatiannya pada strategi penelitian arkeologi disampaikan dalam pidato purnabakti berjudul: Pendekatan Studi Permukiman sebagai Strategi Kegiatan Arkeologi Terpadu (2003). Selain melakukan penelitian arkeologi di situs-situs penting di Indonesia seperti Borobudur, Prambanan, Trowulan, Banten Lama, Palembang, dan Muara Jambi, ia juga terlibat dalam penelitian di Yunani, Myanmar, Vietnam, Srilangka, dan Kamboja. Sejumlah karya tulisnya dimuat di jurnal maupun disajikan dalam seminar ilmiah di tingkat nasional dan internasional.

Djohan Hanafiah

DJOHAN HANAFIAHDjohan Hanafiah adalah seorang budayawan kelahiran Palembang, 5 Juni 1939. Sebagai penulis, peneliti dan pengamat sejarah dan budaya . Ia telah menulis sekitar dua puluh buku, di antaranya adalah buku ”Jawa-Melayu-Citra Budaya Palembang”. Peraih Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden RI tahun 2004 ini menetap di Palembang.

 

Junus Satrio Atmodjo

JUNUS SATRIO ATMODJOJunus Satrio Atmodjo lahir di Cimahi 53 tahun yang lalu, ia menghabiskan masa remajanya berpindah-pindah kota mengikuti tugas orang tuanya, setelah menyelesaikan pendidikan bidang Arkeologi di Universitas Indonesia, ia bertugas di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 1983. Sejak itu karirnya lebih banyak berada dilapangan untuk melakukan penelitian dan melestarikan peninggalan purbakala hampir diseluruh wilayah Indonesia. Sempat bertugas di Jambi selama beberapa tahun, kini Junus menjabat sebagai Direktur Peninggalan Purbakala pada Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI.

Gatot Ghautama

GATOT GHAUTAMASarjana Arkeologi Universitas Indonesia, lalu ia melanjutkan pendidikan S2 Historic Preservation di Cornell University, USA. Gatot Ghautama bekerja di Bidang Arkeologi dan Pemugaran/ Konservasi Bangunan/Situs / kawasan purbakala tahun 1985-2005, ia juga melaksanakan Cultural Mapping Project di 20 Provinsi di Indonesia pada tahun 2004-2005, selain itu ia bekerja di Bidang Arkeologi Bawah Air sejak tahun 2005 sampai sekarang.

Ny. Woerjanti Iman Soetopo, SH

Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga tahun 1964 dan kursus reguler Angkatan tahun 1982. Lemhannas. Mengawali kariernya sebagai kepala Seksi Kepribadian Bangsa pada Akademi Angkatan Laut di Surabaya, dan Dosen Ilmu Negara , Tatanegara, Ideologi Negara Pancasila dan Ajaran Bung Karno. 

Terakhir bertugas di Kantor Menteri Negara Urusan Peranan Wanita sebagai pejabat Eselon I sebelum purna tugas. Memiliki minat yang kuat di bidang kebudayaan.

Iman Sunario

iman sunarioSarjana Arsitektur ITB tahun 1961, adalah purna tugas dari pemerintah DKI Jakarta yang bertugas pada bidang perkotaan, bidang properti dan bidang tata bangunan dan pemugaran. Pendiri PT. Atelier Enam yaitu sebuah biro arsitek ternama di Jakarta yang merupakan pemerhati budaya bangsa yang intens.

Osrifoel Oesman

OSRIFOEL OESMANLulusan Arsitektur Universitas Indonesia tahun 1983, lalu melanjutkan S2 Arkeologi di Universitas Indonesia lulus pada tahun 1998, dengan spesialisasi Arsitektur Bangunan Masa Klasik Indonesia-Majapahit. Osrifoel Oesman bekerja sebagai Profesional Arsitek, bersama beberapa kawan mempunyai kantor konsultan sendiri. Dua dekade ini Osrifoel Oesman lebih berorientasi pada pekerjaan Arsitektur yang berhubungan dengan kebudayaan. Sebagai Ahli Arsitek-Arkeolog, Osrifoel kerapkali melakukan ekskavasi dan penelitian arkeolog di berbagai Situs-Situs di Indonesia terutama di situs Kota Majapahit Trowulan. Awal tahun 2009 ini masuk sebagai anggota Tim Evaluasi Pembangunan Informasi Majapahit (PIM) yang dibentuk oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI.

Issardiadi Singgih

ISSARDIADILulusan Akademi Minyak dan Gas Bumi, di Pertamina sudah mengabdi selama 30 tahun, pada bidang mechanical. Selain itu, ia seorang pemerhati budaya. Sejak muda menyukai wayang tokoh yang dikagumi Arjuna Sosrobahu tokoh yang meredam angkaramurka.

 

Imelda Sari

Sarjana Sejarah Universitas Andalas Padang, ini lebih dikenal sebagai wartawan yang banyak menekuni politik, militer dan ekonomi di Indonesia sejak tahun 1995. Minatnya terhadap sejarah tak pernah usai baik berupa tulisan maupun pembuatan film dokumenter, seperti film dokumenter pendek ” Tan Malaka” dan ” Karawang Bekasi” yang dibuat saat ia menjadi Produser Liputan 6 SCTV hingga Januari 2008. Sejak tahun lalu memimpin lembaga National Press Club of Indonesia (NPCI), yang berkecimpung di bidang penguatan peran jurnalis dalam mendorong ide ide perubahan dan kemandirian bangsa.

Arya Abieta

ARYA ABIETAArsitek Profesional lulusan ITB tahun 1981, dengan biro Arsitek Studio 83, Arya mencoba menekuni masalah pelestarian bangunan, ia juga aktif di bidang pelestarian bangunan. Saat ini Arya terdaftar sebagai anggota Dewan Pakar di Badan Pelestarian Pustaka Indonesia (BPPI) dan juga anggota Tim Sidang Pemugaran di DKI Jakarta.

 

Sapto Arie Wijanarko

SAPTO ARI WIJANARKOLulusan sarjana pariwisata (1984) mengabdikan diri pada pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur bangsa yang berasal dari peninggalan masa lalu. Tokoh wayang yang disukai adalah Begawan Ciptoning, yaitu tokoh Arjuna yg menjalankan tapa brata guna memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bisa mengembalikan tatanan kenegaraan yang sejati.