Dalam pemaparannya di Diskusi Panel Serial Menggalang Ketahanan Nasional Untuk Menjamin Kelangsungan Hidup Bangsa, Seri 3 tanggal 22 Juli 2017 di JCC Jakarta, Dr. Andi Widjajanto menyatakan jika pertahanan negara Indonesia telah dininabobokan dengan informasi yang kurang tepat. Informasi tersebut adalah ancaman perang nyata atau invasi tidak ada lagi di Indonesia. Ancaman militer baru dimungkinkan terjadi 20 atau 30 tahun lagi.

Nina bobo yang dinyanyikan hingga awal tahun 2000-an, oleh Departemen Pertahanan dengan Mabes TNI tersebut, berbuah  dimunculkan pemahaman, toleransi, serta konvensasi untuk tidak membangun militer.

Pemahaman tersebut tentu saja selain tidak tepat juga menyesatkan. Karena itu pemahaman tersebut harus segera Perubahan tersebut harus menjadikan pembangunan militer tidak lagi didasarkan pada threat based, atau ancaman dan terjadinya konflik. Pembangunan militer harus dilakukan dengan pendekatan capabilities based, atau kapabilitas apa yang ingin diraih angkatan perang negara untuk 20, 30, 40 tahun ke depan.

Sifat pembangunan tersebut, bukan sebagai bentuk militerisasi yang dikhawatirkan semua orang, namun modernisasi. Modernisasi ini sangat penting karena sejak tahun 2013-2014, terjadi the return of conventional warfare. Kecenderung perang konvensional justru meningkat, sebagaimana terlihat di Timur Tengah seperti pembebasan Allepo atau pembebasan Marawi di Filipina. Karakter perang yang ada saat ini yaitu non konvensional tetapi penyelesaian perang yang dilakukan menggunakan alat-alat konvensional.

Dalam memodernisasi pertahanan negara, perlu diubah pola Defense Spending Nature (Belanja Pertahanan) menjadi Defense Investment (Investasi Pertahanan). Anggapan yang selama ini telah terbangun yaitu jika defense budget meningkat maka kesejahteraan menurun, harus segera diubah menjadi defense budget meningkat kesejahteraan juga meningkat. “Kalau dulu kita memutuskan beli amunisi, nasi pasti turun. Sekarang pendekataannya nasi dan amunisi bukan nasi atau amunisi dengan cara investasi pertahanan”, kata Andi Widjajanto.**

 

Sumber:

 

  1. Andi Widjajanto, Ekonomi Politik Pertahanan di Asia Tenggara, Makalah disampaikan dalam Diskusi Panel Serial Menggalang Ketahanan Nasional Untuk Menjamin Kelangsungan Hidup Bangsa, Seri 3 tanggal 22 Juli 2017, di JCC, Jakarta.
  2. Notulen Diskusi Panel Serial Menggalang Ketahanan Nasional Untuk Menjamin Kelangsungan Hidup Bangsa, Seri 3 tanggal 22 Juli 2017, di JCC, Jakarta.