Sebagai usaha menjaga ketahanan Nasional diantaranya adalah ,menjaga masyarakat dari INFORMASI yang MENYESATKAN . Terutama yang akan berdampak terhadap rasa percaya diri terhadap KEMANDIRIAN bangsa dibidang ekonomi . Harus dicegah dengan segala CARA .

Informasi seharusnya yang konstruktif ,mencerdaskan masyarakat pembaca . Tetapi kenyataannya banyak berita yang membingungkan karena faktanya jauh dari kenyataannya. Dibidang EKONOMI ,berita yang dapat dibaca di media bahwa PMA harus didorong karena akan MENUMBUHKAN lapangan kerja baru mengurangi pengangguran

Ternyata KONTRIBUSI UMKM selain menyerap lapangan kerja terbanyak dan dibeberapa daerah jadi salah satu PENGGERAK perekonomian yang cukup tinggi , juga DOMINAN terhadap PDB demikianlah adanya .

Banyak sudah berita dimedia yang ISINYA BERTENTANGAN dengan data dan fakta dari BPS . Penanaman MODAL terutama ASING selalu ditempatkan sebagai LOKLMOTIF pertumbuhan . Padahal modal asing yang padat modal ,kontribusi terhadab PDB tidak sebesar yang diharapkan. Apalagi PMA PADAT KARYA pada umumnya SUNSET INDUSTRI ,pindah ke Indonesia terutama untuk menjaga keuntungannya agar tidak berkurang . Karena di negara yang ditinggalkan sudah tidak kompetitif lagi !!
Industri MACAM ini yang kemarin akan CABUT ,karena naiknya UMR .

Sumbangan sektor usaha kecil menengah (UKM) terhadap perekonomian nasional mencapai 53,32 persen. Sayang,dari sisi kebijakan, pemerintah justru MAKIN TIDAK RAMAH terhadap UKM.

Direktur Neraca Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Supriyanto mengatakan, peran UKM dalam struktur perekonomian nasional tak perlu diragukan lagi. “Pada 2009, 53,32 persen produk domestik bruto (PDB) yang menjadi acuan pertumbuhan ekonomi, disumbang oleh sektor UKM,” ujarnya saat workshop BPS di Bandung, Sabtu 13 November 2009 .
Data BPS menunjukkan, pada 2009, komposisi PDB nasional tersusun dari UKM sebesar 53,32 persen, kemudian USAHA BESAR 41,00 persen, dan sektor pemerintah 5,68 persen. “Dalam lima tahun terakhir, UKM memang menunjukkan kekuatannya sebagai penopang perekonomian nasional,” katanya.

Sebagai perbandingan, survei yang pernah dilakukan Citibank mendapatkan angka kontribusi sektor UKM terhadap PDB 2009 mencapai 55,56 persen. Riset Citibank selama periode 2005-2008 juga menunjukkan, jumlah unit UKM mengalami pertumbuhan rata-rata sekitar 8,16 persen pertahun.

Supriyanto mengakui, dari sisi lapangan usaha, pelaku UKM mendominasi sektor pertanian, jasa-jasa, dan perdagangan. Data menunjukkan, dari total usaha yang bergerak di sektor PERTAMIANp, 95,7 persen diantaranya berasal dari UKM, dan hanya 4,28 persen yang BERASAL dari USAHA BESAR. Demikian pula di sektor JASA JASA yang 95,76 persen diantaranya adalah pelaku UKM. “Bahkan, disektor PERDAGANGANp, UKM mendominasi dengan 96,32 persen,” terangnya.

Adapun usaha besar menunjukkan dominasinya di sektor PERTAMBANGAN dengan komposisi 84,80 persen serta sektor LISTRIK GAS AIR BERSIH sebesar 92,96 persen. “Wajar memang, sebab kita tahu sektor pertambangan serta listrik, gas, dan air adalah sektor usaha yang PADAT MODAL dan padat TEKNOLOGI , Jadi sulit bagi UKM untuk bergerak disektor itu, jelasnya.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS Subagio Dwijosumono menambahkan,mulai 2011, BPS akan memberikan perhatian lebih dalam penyusunan data UKM. Karena itu, jika selama ini BPS hanya melakukan survei terhadap UKM setahun sekali, maka mulai tahun depan akan melakukan survei UKM TIAP’YRIWULAN. Tujuannya agar data per kembangan UKM lebih akurat. “Ini penting MENGINGAT BESARNYA kontribusi UKM terhadap PDB kita,” ujarnya.

Sekali lagi sayangnya, dari sisi kebijakan, pemerintah justru dinilai makin tidak ramah pada UKM. Paling tidak, ini tecermin dari hasil survei kemudahan usaha atau Doing Business 2011, Making a Difference for Entrepreneurs, yang dilakukan oleh International Finance Corporation (IFC), anak usaha Bank Dunia.

Mari kita renungkan bersama ,data data BPS diatas ,bahwa TULANG PUNGGUNG EKONOMI INDONESIA adalah UKM

Untuk menjaga ketahanan Nasional MEMPERKOKOH UKM . Suatu keniscayaan UKM sebagai TULANG PUNGGUNG EKONOMI sangat DIBENCI pihak asing dicegah dengan berbagai. cara, diantaranya menyusup lewat kebijakan .

Dengan menyatukan tekad KEMANDIRIAN harus dicapai disegala bidang ,pada ke sempatan pertama.