Sistem barter merupakan metode kuno yang digunakan dalam sistem perdagangan dunia pada masa lalu. Sistem digunakan jauh pada masa lalu pada saat belum mengenal uang sebagai alat tukar, sistem barter ini menggunakan barang atau jasa di tukar dengan barang atau jasa yang dibutuhkan.

Di era yang cukup modern ini siapa sangka sistem barter ini masih berlaku untuk perdagangan antar negara, Indonesia sebagai salah satu negara yang masih menggunakan sistem ini.
Sistem barter atau pertukaran barang dagangan ini diatur oleh uu nomor 16 tahun 2012 tentang industri pertahanan.

Berikut ini sejumlah barter yang tak disangka dan unik bila terealisasi;

1. Produk karet Indonesia di tukar dengan sukhoi
Kementerian perdagangan mengungkapkan telah mengajukan penawaran produk karet Indonesia untuk bisa di tukar dengan pesawat sukhoi.
“setiap beli alutsista maka ada rumusan itu, kemenhan membeli sukhoi dan sebagian itu ada imbal dagangnya” kata mendag Enggartiasto lukita.
Hal ini sudah pernah di lakukan pada jaman presiden Megawati dimana pada saat itu pembelian pesawat sukhoi di bayar dengan minyak kelapa sawit.

2. Produk Migas Afrika selatan di tukar dengan produk persenjataan buatan Indonesia.
Pemerintah Indonesia dan Afrika Selatan tengah membahas kerjasama antar kedua negara dalam merealisasi ekspor. Kemendag akan memanfaatkan skema imbal dagang bagi produk yang pengelolahannya masih melibatkan peran antar pemerintah.
Adapun produk yang di manfaatkan skema imbal dagang adalah energi (minyak dan gas bumi) dari Afrika Selatan ditukar dengan produk alutsista buatan PT pindad, PT Pal, PT DI dan transportasi PT inka dari Indonesia.

3. Minyak Sawit (CPO) Indonesia di tukar dengan mobil Jerman
Asosiasi Pengusaha Indonesia menyambut baik rencana kerjasama ekonomi Indonesia – Jerman. Bila terwujud maka beberapa produk unggulan seperti minyak kelapa sawit atau CPO bisa leluasa memasuki pasaran Eropa. Posisi Jerman yang strategis menjadi kekuatan ekonomi yang nomer satu di Eropa saat ini.
Sebagai imbal balik Indonesia membuka peluang buat Jerman untuk memperbanyak investasi padat modal teknologi industri otomotif di dalam negeri.
seperti pabrik mobil volkswagen berencana mendirikan pabrik disini, selain itu pihak Jerman juga berminat di bidang industri perkapalan.

4. Minyak dan gas bumi Nigeria di tukar dengan nasi padang
Kemendag menawarkan perjanjian kerjasama ekonomi terbatas dengan Nigeria. Negara Afrika itu merupakan salah satu eksportir migas untuk kebutuhan Indonesia selain Arab Saudi dan Iran.
kemendag mengupayakan agar negara kawasan Afrika Barat itu bersedia membuka pasar bagi produk unggulan Indonesia, misalkan masakan padang, tekstil, dan alas kaki.
Beberapa produk Indonesia, khususnya nasi padang sangat di gemari warga Nigeria, mereka sangat senang dengan restoran padang. Secara kultur kita dekat dan perlu kita gali untuk meningkatkan hubungan kerjasama ke depannya.

5. Furnitur Indonesia di tukar dengan teknologi india.
Kemendag era SBY yang merupakan tim perunding CEPA Indonesia dengan India, mengatakan Indonesia akan mengusahakan agar produk unggulan bisa lebih mudah masuk ke India.
Negosiasi CECA antara Indonesia dan India secara bilateral di upayakan. Produk kelapa sawit, batubara, sumberdaya alam, juga furniture sudah mulai banyak disana.
India yang kuat di sektor teknologi di butuhkan di Indonesia baik produk perangkat lunak atau perangkat keras yang dapat di manfaatkan di sektor pertahanan dan sektor lainnya.