Select Page

Kategori: Materi DPS

MEMBANGUN KETAHANAN BUDAYA DALAM MENGHADAPI PERANG GENERASI KEEMPAT

Pontjo SUTOWO 1. Pengantar Rasanya, topik bahasan kita hari ini, yaitu “Membangun Ketahanan Budaya dalam Menghadapi Perang Generasi Keempat” akan merupakan topik paling penting dalam keseluruhan focus group discussions menjelang Simposium Nasional Kebudayaan yang akan diadakan bulan November yang akan datang. Mengapa tidak? Oleh karena Perang Generasi Keempat yang dilancarkan musuh – baik dari luar maupun dari dalam – bertujuan untuk melumpuhkan keseluruhan sistem nilai dan tatanan institusional kebudayaan yang merupakan jati diri dan kekuatan batin suatu Bangsa. Jika sistem nilai dan tatanan institusional kebudayaan ini dapat mereka lumpuhkan maka hanya soal waktu saja Bangsa dan Negara kita akan mereka kuasai, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Masalahnya adalah bahwa justru dalam sistem nilai dan tatanan institusional kebangsaan ini terletak kekuatan dan kelemahan Bangsa kita. Sistem nilai dan tatanan institusional kebangsaan ini pada suatu sisi merupakan kekuatan kita, oleh karena kita telah berhasil mengidentifikasi dan merumuskan unsur-unsur bersama dari demikian banyak subkultur dari Bangsa kita yang bermasyarakat majemuk ini. Esensi dari unsur-unsur bersama dari sistem nilai dan tatanan institusional kebangsaan ini telah dikristalisasikan dalam empat alinea Pembukaan dan Batang Tubuh – serta Penjelasan Umum – Undang-Undang Dasar 1945. Namun pada sisi lain, justru pada sistem nilai dan tatanan institusional kebangsaan itu juga terletak kelemahan kita. Ada dua faktor penyebabnya. Faktor penyebab pertama sudah demikian sering ditengarai oleh pakar kebudayaan kita, seperti sikap feodalistik, kurang suka bertanggung jawab, atau...

Read More

KATA SAMBUTAN PADA ACARA PEMBUKAAN FGD SIMPOSIUM NASIONAL KEBUDAYAAN

8 AGUSTUS 2017. Pontjo SUTOWO Hadirin dan hadirat yang saya hormati, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Izinkanlah saya pertama-tama mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran kita sekalian dalam FGD pertama dari rangkaian FGD yang kita adakan dalam rangka Simposium Nasional Kebudayaan, yang diprakarsai bersama oleh Persatuan Purnawirawan TNI-Angkatan Darat ( PPAD), Yayasan Suluh Nuswantara Bhakti ( YSNB), dan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri ( FKPPI). Sebelum saya menyerahkan floor kepada para pembicara dan Saudara Moderator, saya rasa ada manfaatnya untuk menyentuh a la kadarnya apa yang melatarbelakangi diselenggarakannya rangkaian FGD dan Simposium Nasional Kebudayaan ini. Apakah persamaan dan apakah perbedaannya dengan berbagai pertemuan lain yang membahas tema besar kebudayaan. Persamaannya dengan berbagai pertemuan kebudayaan lainnya adalah jelas, yaitu kita membahas kehidupan kebersamaan kita secara mendasar dan menyeluruh, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar pula, seperti siapakah kita ini, apa tujuan yang ingin kita capai, sampai dimanakah tujuan tersebut sudah berhasil kita wujudkan, dan jika ada hambatan, apa penyebab hambatan tersebut, dan bagaimanakah caranya hambatan tersebut bisa kita atasi. Perbedaannya dengan berbagai pertemuan kebudayaan lainnya adalah juga jelas, yang terkait erat dengan jatidiri dan kepedulian dari dua organisasi pemrakarsa FGD dan Simposium ini, yaitu PPAD dan FKPPI. Kedua organisasi ini merupakan bagian dari Keluarga Besar TNI-Polri sebagai bhayangkari Bangsa dan Negara kita, dan tentu saja sangat berpeduli dengan kelangsungan hidup Bangsa dan Negara yang kita cintai ini. Dalam hubungan ini dapat...

Read More

sesi ke 2 tema dps menggalang Ketahanan Nasional untuk Menjamin Kelangsungan Hidup Bangsa

KATA SAMBUTAN KETUA UMUM ALIANSI KEBANGSAAN, FKPPI DAN PEMBINA YAYASAN SULUH NUSWANTARA BAKTI Saudara Moderator, Penyeimbang, dan hadirin serta hadirat yang saya hormati. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Izinkanlah saya mengucapkan selamat datang dalam sesi ke dua dari rangkaian Diskusi Panel Serial dengan tema “ Menggalang Ketahanan Nasional untuk Menjamin Kelangsungan Hidup Bangsa “. Dari tema besar ini, terlihat jelas bahwa – berbeda dengan dua kali Diskusi Panel Serial dua tahun yang lalu yang lebih bersifat konseptual dan teoretikal – focus perhatian kita kali ini adalah pada saran kebijakan tentang suatu masalah yang sangat penting, yaitu kelangsungan hidup bangsa. Seperti saya sampaikan dalam acara pembukaan awal April yang lalu, setiap bangsa dan negara bertanggungjawab atas kelangsungan hidupnya sendiri. Dalam hubungan internasional, memang sama sekali tidak ada jaminan terhadap kelangsungan hidup suatu bangsa atau suatu negara. Suatu bangsa atau suatu negara bisa runtuh kapan saja, baik oleh karena sebab dari dalam maupun oleh karena sebab dari luar. Salah satu sebab dari dalam dari runtuhnya bangsa dan negara adalah kegagalannya dalam mencapai tujuan pembentukan bangsa dan negara itu, baik dalam bidang kesejahteraan maupun dalam bidang keamanan. Keadaan inilah yang sekarang disebut sebagai ‘ gagal negara ‘ atau state failure. Sudah barang tentu faktor yang paling menentukan dalam hal ini adalah kualitas dan kinerja pemerintahannya, yang tercermin dari kegagalan dalam penegakan hukum atau dalam penyediaan kebutuhan pokok masyarakat. Salah satu faktor dari luar dalam...

Read More

KATA SAMBUTAN DALAM DPS – 4 PERTAHANAN NON MILITER

KATA SAMBUTAN DALAM DPS – 4 PERTAHANAN NON MILITER 12 AGUSTUS 2017 Saudara Moderator dan para Pemakalah, Hadirin dan hadirat yang saya muliakan. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Topik yang akan kita bahas hari ini termasuk topik baru dan penting dalam rangkaian Diskusi Panel Serial kita dalam tahun ini, yaitu tentang Pertahanan Non Militer. Dalam sesi ini akan kita dengarkan paparan dari Bp Komjen Pol. Putut Eko Bayuseno ( diwakili oleh Bp. Irjen Pol. Arkian Lubis ) dari Mabes Polri; Bp. Dr Siswo Pramono dari Kementerian Luar Negeri; dan dari Bp Mayjen Pur Soedarmo (diwakili oleh Brigjen TNI Didi Sudiana ) dari Kementerian Dalam Negeri. Rujukan pokok dalam wacana kita hari ini tentu saja adalah Pasal 30 Undang-Undang Dasar 1945 tentang Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta juncto Undang-undang Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara. Selama ini rasanya belum banyak kita bahas bagaimana format, organisasi, dan prosedur kerja yang dicantumkan dalam norma konstitusi dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur ketiga lembaga negara ini. Membahas keterkaitan antara norma konstitusi dengan undang-undang organik yang sudah ada akan semakin menarik jika kita ingat bahwa masih banyak undang-undang organik dalam bidang pertahanan yang belum selesai dibahas dan diundangkan, antara lain Rancangan Undang-undang Tentang Keamanan Negara, Rancangan Undang-undang Tentang Mobilisasi dan Demobilisasi, atau Undang-undang tentang Komponen Cadangan. Urgensi penyelesaian dukungan legislasi terhadap bidang pertahanan non militer ini semakin terasa sehubungan dengan kenyataan bahwa perang dalam dunia masa...

Read More

PERAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI DALAM PERTAHANAN NON MILITER GUNA MENJAMIN KELANGSUNGAN HIDUP BANGSA

DISKUSI PANEL SERIAL – SERI 4 PERAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI DALAM PERTAHANAN NON MILITER GUNA MENJAMIN KELANGSUNGAN HIDUP BANGSA Sabtu, 12 Agustus 2017 Fenomena globalisasi adalah dinamika yang paling strategis dan membawa pengaruh dalam tata nilai dari berbagai bangsa termasuk bangsa Indonesia. Sebagian kalangan menganggapnya sebagai ancaman yang berpotensi untuk mereduksi ataupun mengkikis tata nilai dan tradisi bangsa kita dan menggantinya dengan tata nilai pragmatisme dan popularisme asing. Di pihak lain, globalisasi adalah sebuah fenomena alami, sebuah fragmen dari perkembangan proses peradaban yang harus kita lalui bersama. Sehubungan dengan hal tersebut, maka fenomena globalisasi ini akan dijadikan sebagai acuan untuk mengulas penguatan nilai-nilai kebangsaan Indonesia. Kita pahami bersama bahwa saat ini konstelasi geopolitik global telah mengalami perubahan dan apabila tidak disikapi dengan tepat hal ini berpotensi menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia. Perubahan konstelasi geopolitik global ditandai dengan meluasnya peran dan kekuatan pertahanan bukan hanya dari negara-negara seperti Amerika Serikat dan Rusia, namun kali ini geopolitik global juga dipengaruhi dengan meluasnya peran dan kekuatan pertahanan Tiongkok. Meluasnya peran dan pertahanan negara-negara tersebut berpotensi menimbulkan ketegangan yang berdampak pada kondisi geopolitik yang dihadapi Indonesia, sebagai contoh teraktual yaitu meningkatnya ketegangan di kawasan utara Laut Natuna Utara disekitar Laut Cina Selatan (LCS), selain itu di wilayah fasifik selatan semakin eksisnya negara-negara baru yang tergabung dalam Melanesian Spearhead Group (MSG) yakni Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Vanuatu, serta Front Pembebasan Nasional Kanak...

Read More

Mei 2018
S S R K J S M
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031