Kategori: Informasi

DPS KEINDONESIAAN – KEYNOTE SPEECH PONTJO SUTOWO (4 JUNI 2016)

Saudara Moderator, para panelis, hadirin dan hadirat yang saya muliakan Assalamu’alaikum  warahmatullahi wabarakatuh Salam sejahtera. Hari ini, alhamdulillah, kita memasuki seri Diskusi Panel ke 11 dalam rangka membahas tema besar “ Membangun Budaya Bangsa dan Nilai Keindonesiaan demi Masa Depan Bangsa”. Dengan merujuk pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang memuat Pandangan Hidup Bangsa, Dasar, dan Ideologi Negara, kita membahas enam kelompok besar bahasan, yaitu 1) Sejarah Peradaban dan Pancasila; 2) Dinamika Proses Keindonesiaan; 3) Referensi Global; 4) Tantangan Global; 5) Penanaman Nilai Keindonesian; dan 6) Perumusan Nilai Keindonesiaan. Saya percaya bahwa cakupan  kelompok besar bahasan ini cukup komprehensif. Dua topik yang akan kita diskusikan dalam Sesi ke 11 ini adalah masalah Kemiskinan, yang akan disajikan oleh Dr H.S. Dillon, dan masalah Desa, yang akan disajikan oleh Jenderal Pur Djoko Santoso. Sekedar untuk penyegar ingatan, izinkanlah saya memberikan sekedar rangkuman singkat dari dimensi kebudayaan dari proses nation- and state-building kita di Indonesia ini. Rasanya kita akan bersepakat bahwa proses nation- and state-building kita di Indonesia ini adalah yang paling kompleks di permukaan bumi ini. Banyak bangsa lain yang masyarakatnya juga bersifat majemuk, namun kemajemukan bangsa kita disertai dengan tebaran kampung halaman suku bangsa di rangkaian kepulauan yang paling luas di dunia, yang dalam sejarahnya ada yang pernah menjadi kerajaan-kerajaan besar di masa lampau. Tidak jarang antara satu kerajaan local dengan kerajaan local lainnya bahkan saling memerangi satu sama lain, oleh...

Read More

DPS KEINDONESIAAN – KEYNOTE SPEECH PONTJO SUTOWO (30 APRIL 2016)

“TANTANGAN MASA DEPAN” Saudara moderator, para panelis, dan hadirin serta hadirat yang saya muliakan, Assalamualakum warahmatullahi wabarakatuh. Syukur Alhamdulillah, sampai saat ini kita telah dapat menyelesaikan pembahasan tiga subtema dalam keseluruhan tema Diskusi Panel Serial tahun 2015-2016 ini,“ Membangun Budaya Bangsa dan Nilai Keindonesiaan “, yaitu subtema 1) Sejarah Peradaban dan Pancasila; 2) Dinamika Proses Keindonesiaan; dan 3) Referensi Global, yang masing-masingnya terdiri dari tiga sesi. Pagi ini kita mulai menelusuri satu subtema baru yang cukup menantang, yaitu subtema Tantangan Masa Depan, yang akan mencakup masalah membangun kemandirian Bangsa sebagai antisipasi terhadap pengaruh globalisasi serta nilai-nilai budaya yang dibutuhkan; dan membina daya saing dalam percaturan antar Bangsa. Sudah barang tentu, bersamaan dengan membahas tema-tema kultural ini, kita juga harus membahas konteks kenegaraan dan masalah peradaban yang lebih luas, dalam perspektif sejarah berjangka panjang, tentang kemajuan, persaingan, dan adakalanya juga tentang kemunduran umat manusia. Hal ini terutama penting karena ada gejala menurunnya rasa kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia. Dalam hubungan ini, sekedar sebagai pemantik diskusi, izinkanlah saya sekedar mengutip beberapa cuplikan pemikiran para tokoh-tokoh besar yang pernah menyentuh masalah ini, serta implikasinya pada aspek kebudayaan Bangsa kita yang amat besar ini. Rasanya cukup banyak tokoh besar yang sangat berpeduli pada masalah dinamika peradaban ini , seperti Ibn Chaldun dan Arnold Toynbee, dan akhir-akhir ini Jared Diamond, yang secara khusus membahas fenomena runtuhnya peradaban masyarakat tertentu. Yang penting untuk kita perhatikan dalam...

Read More

DPS KEINDONESIAAN – KEYNOTE SPEECH PONTJO SUTOWO (2 APRIL 2016)

Saudara moderator, para panelis, dan hadirin serta hadirat yang saya muliakan. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera.   Sesi ke Sembilan dari Diskusi Serial Bulanan YSNB dengan tema “Membangun Budaya Bangsa dan Nilai Keindonesiaan” subtema “Referensi Global” kali ini membahas pengaruh budaya Amerika, Korea, dan China, melanjutkan bahasan tentang pengaruh budaya Jepang dan Rusia pada sesi ke delapan bulan yang lalu. Saya percaya bahwa bahasan kali ini tidak kalah pentingnya dengan bahasan bulan lalu, oleh karena mencakup pengaruh budaya dua super power yang sedang bertarung di kawasan Pasifik dewasa ini, yaitu Amerika dan China, yang imbasnya jelas akan berpengaruh besar terhadap masyarakat, Bangsa dan Negara kita. Peranan China sedemikian besarnya, sehingga kita perlu menghadirkan dua pembicara dalam sesi ini. Sekedar untuk pembuka wacana, izinkanlah saya mengulas beberapa aspek yang saya rasa perlu memperoleh perhatian kita bersama. Saya rasa tidak banyak yang akan berkeberatan dengan pernyataan bahwa pengaruh budaya Amerika – yang sangat bersifat individualistic dan liberalistik – cukup besar terhadap masyarakat, Bangsa, dan Negara kita. Dalam taraf awal, pengaruh tersebut sangat terasa melalui gencarnya tayangan film-film Hollywood, baik melalui bisokop maupun televisi.  Dalam tahun-tahun belakangan, pengaruh tersebut sangat terasa dalam bidang politik, ekonomi, ilmu pengetahuan, militer, dan system hukum kita. Keterangannyadalah sebagai berikut. Dalam bidang politik, sebagai reaksi terhadap berbagai kelemahan system demokrasi parlementer di Eropa Barat, para Pendiri Negara kita pada tahun 1945 berpaling kepada system pemerintahan presidensial Amerika,...

Read More

DPS KEINDONESIAAN – KEYNOTE SPEECH PONTJO SUTOWO (12 MARET 2016)

REFERENSI GLOBAL Saudara Moderator, para Panelis, dan hadirin serta hadirat yang saya hormati. Assaalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera. Syukur alhamdulillah, pagi ini kita memasuki sesi ke delapan dari rangkaian Diskusi Seri Bulanan kita, dengan subtema baru, yaitu Referensi Global. Pagi ini kita akan mendengarkan paparan dari para panelis  kita, tentang aktualisasi nilai Bangsa Jepang dan Rusia, serta hikmahnya bagi kita sekalian. Sudah barang tentu, kita perlu menekuni pengalaman sejarah bangsa- bangsa lainnya, yang pernah mempunyai pengaruh terhadap kebudayaan Bangsa kita., antara lain seperti Arab, Persia, Uzbekistan, Turki, Iran, India, Portugis, Sepanyol, Belanda, atau Amerika. Namun sudah barang tentu tidak mungkin kita akan membahas seluruhnya itu dalam batas waktu yang tersedia. Dengan demikian, sesi dengan subtema ini dimaksudkan untuk menyadarkan kita untuk mempunyai wawasan yang lebih luas. Saya rasa konteks ideologisnya bisa kita rujuk pada Sila Kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita terbuka untuk seluruh unsur kebudayaan yang baik dari bangsa-bangsa lain, yang kita cerna dan kita serap sebagai bagian menyeluruh dari kebudayaan kita sendiri. Rasanya keterbukaan kita sebagai bangsa tersebut merupakan resultan alami dari posisi geopolitik dan gestrategi kita serta peradaban yang timbul dari posisi itu. Sudah sejak lama pelaut-pelaut kita menjelajahi daerah-daerah yang jauh, sejak dari pulau Madagaskar di timur benua Afrika, sepanjang pesisir selatan benua Asia, sampai ke pelabuhan-pelabuhan di timur China. Mereka bukan hanya berdagang, tetapi juga menyerap berbagai unsur dari budaya negara-negara...

Read More

DPS KEINDONESIAAN – KEYNOTE SPEECH PONTJO SUTOWO (6 FEBRUARI 2016)

MEMBANGUN KULTUR DAN MEKANISME KERJASAMA MELEMBAGA DALAM MASYARAKAT INDONESIA YANG MAJEMUK[1] Saudara moderator, para panelis, dan para hadirin dan hadirat yang saya muliakan, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera. Alhamdulillah, pagi ini kita memasuki sesi ke tujuh dalam rangkaian Diskusi Panel Serial Yayasan Suluh Nuswantara Bakti yang membahas Nilai Keindonesiaan, yang insya Allah  akan berlangsung sampai sesi ke 15 bulan Desember 2016 yang akan datang. Dua topik yang akan kita bahas bersama kali ini adalah “Gotong Royong di Indonesia sebagai etos kerja dalam Nilai Keindonesiaan”, yang akan dipresentasikan oleh  Bp.Widharmika Agung; dan “Sifat Melayani sebagai etos dasar dalam Nilai Keindonesiaan”, yang akan dipresentasikan oleh Bp. Prof Dr Sarlito Wirawan. Kepada para pembicara, izinkanlah saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya. Dua topik tersebut di atas dapat dibahas dari berbagai aspek, seperti dari aspek sosio-kultural, aspek managemen strategis, atau dari aspek kebangsaan dan kenegaraan. Sekedar sebagai pemantik diskusi, izinkanlah saya menyampaikan urun rembug  dalam kaitan topik ini dengan kehidupan kebangsaan dan kenegaraan kita. Secara konseptual, saya memahami gotong royong sebagai “ kiprah bersama secara terencana, terorganisasi, dan  terpimpin, untuk mewujudkan sasaran yang telah  disepakati bersama. “. Dengan kata lain, sesungguhnya gotong royong adalah organization and management in action. Sedangkan sifat melayani adalah sikap dan perbuatan sukarela untuk menunaikan peran yang diberikan dalam gotong royong sehingga tercapai hasil yang optimal”. Menurut penglihatan saya, ada dua gejala penting yang hampir selalu kita keluhkan...

Read More